Quantum Sarana Medik issuu.com link
Quantum Sarana Medik Youtube Channel
Quantum Sarana Medik Instagram
Quantum Sarana Medik Twitter
Quantum Sarana Medik Facebook Page
Add Line Chat
Antibiotik, Apakah Selalu Dibutuhkan (1)
 26 Maret, 2017


Praktik penggunaan antibiotika seringkali dijumpai di kalangan masyarakat.  Pada satu kejadian, pasien datang ke suatu retail farmasi dan mendapatkan antibiotika dengan mudah hanya menyebutkan nama obat dan kemasan yang diinginkan dan membayar sejumlah uang. Tidak nampak penyerahan resep yang mendukung legalitas pelayanan antibiotikanya, demikian juga konsultasi mengenai penggunaan obat. Padahal pada kemasan obat jelas tertulis bahwa antibiotika harus diperoleh dengan resep dokter.

 

Praktek ini teramati dan terjadi tidak hanya di retail farmasi di daerah pinggiran dimana praktek dokter relatif jarang, namun juga di daerah perkotaan yang praktek dokter dan layanan obat sangat padat. Ada lagi yang lebih buruk, ditemui penjualan antibiotika diluar jalur resmi farmasi seperti warung. Celakanya antibiotika dianggap sebagai obat biasa yang dapat diperoleh dengan membeli bebas.

 

Lalu apa yang mendorong terjadinya penggunaan antibiotika secara sembarangan ini? Keinginan masyarakat untuk cepat sembuh dari segala macam keluhannya dan mencari jalan singkat melalui penggunaan antibiotika adalah alasan utama peredaran antibiotika secara bebas.

 

Mudahnya akses informasi penggunaan obat dan promosi obat juga berperan besar dalam pembentukan sikap masyarakat dalam menggunakan obat termasuk antibiotika. Berikutnya tidak jarang masyarakat mendiagnosa sendiri keluhannya sebagai penyakitnya dan memengaruhi dokter untuk meresepkan antibiotika.Semua hal ini selanjutnya terakomodasi oleh kemudahannya mendapatkan antibiotika, sayangnya risiko dibalik penggunaan antibiotika secara sembarangan itu tidak diperhatikan dan dipahami dampaknya.

Beberapa masalah termasuk kegagalan penanganan penyakit infeksi dikaitkan dengan praktek penggunaan antibiotika di masyarakat. Satu hal yang perlu dipahamiakibat praktek tersebut adalah “semakin banyak penggunaan antibiotika semakin sedikit antibiotika yang dapat dimanfaatkan untuk penanganan infeksi” karena meningkatnya kekebalan bakteri terhadap antibiotika.

 

Masalah kekebalan antibiotika akibat penggunaan antibiotika secara sembarangan di masyarakat ini sudah lama dibahas dan menjadi masalah klasik di kalangan kesehatan selama bertahun-tahun. Antibiotika digunakan untuk mengobati setiap keluhan. Hal ini tidaklah tepat karena antibiotika bukanlah “obat dewa” yang bisa menangani segala penyakit dan penggunaannya memerlukan pengaturan khusus.