Quantum Sarana Medik issuu.com link
Quantum Sarana Medik Youtube Channel
Quantum Sarana Medik Instagram
Quantum Sarana Medik Twitter
Quantum Sarana Medik Facebook Page
Add Line Chat
Gigi Bermasalah? Serahkan Saja ke Dokter
 1 Februari, 2017


Pernahkah Anda mengalami rasa sakit yang luar biasa pada gigi, hingga merusak keseluruhan hari Anda? Kemudian Anda pun takut untuk datang ke dokter gigi, karena mengira gigi Anda akan dicabut. Ternyata, saat datang ke dokter gigi, alih-alih dicabut, gigi Anda hanya diberi obat. Pencabutan gigi memang tidak boleh dilakukan sembarangan.

 

Waktu mencabut gigi
Meskipun gigi Anda seharusnya mampu bertahan untuk seumur hidup, tapi dalam beberapa kasus, perlu ada gigi yang dicabut. Alasan yang paling umum adalah untuk menghilangkan gigi yang mengalami kerusakan sehingga dapat memperbaiki kondisi rongga mulut. Alasan lain, jika susunan gigi Anda sangat tidak rapi dan membuat gigi dewasa tidak dapat muncul akibat terhalang gigi susu (persistensi), maka gigi susu yang harus dicabut. Gigi juga perlu mengalami ekstraksi jika Anda menderita penyakit periodontal, yaitu penyakit yang disebabkan oleh infeksi pada jaringan dan tulang yang mengelilingi dan menyokong gigi, sehingga membuat gigi menjadi goyah. Gigi rusak yang harus dicabut dilakukan untuk mencegah bakteri makin masuk ke dalam celah-celah gigi, sehingga menginfeksi jaringan sekitar gigi yang dapat mengakibatkan bengkak (abses).

Bolehkah mencabut gigi sembarangan
Saat gigi mulai sakit, dokter akan melihat tingkat keparahannya. Bila terjadi pembengkakan di area gusi, dokter tidak akan mencabut gigi Anda. Sebab, saat gusi membengkak, artinya Anda mengalami infeksi yang harus diobati terlebih dahulu hingga bengkak hilang. Itulah sebabnya dokter hanya akan memberi obat saat Anda mengeluhkan gusi bengkak akibat gigi sakit dan menyarankan Anda untuk kembali memeriksakannya lagi. Mencabut saat kondisi gusi bengkak justru akan memperparah kondisi Anda

Jangan Mencabut gigi sendiri
Menarik keluar gigi Anda sendiri tanpa bantuan dokter mungkin tampak cukup mudah. Tapi ingat, menyentuh gigi yang sakit saja sudah cukup menyakitkan, bayangkan betapa sakitnya jika Anda berusaha menariknya keluar. Bahkan jika Anda mampu menahan rasa sakitnya, sebenarnya Anda sedang menjalani pencabutan gigi yang tidak benar. Jika kondisi gigi Anda rusak berat dan rapuh, kemungkinan Anda hanya akan menarik bagian mahkota gigi Anda, tanpa menariknya hingga ke akar. Ketika hal ini terjadi, Anda berisiko mengalami perdarahan dan infeksi.

Waktu yang tepat mengunjungi dokter gigi
Banyak orang yang memiliki kebiasaan buruk yaitu mengunjungi dokter gigi hanya saat mereka merasakan sakit pada gigi mereka. Padahal, untuk melakukan deteksi dini terhadap bahaya seputar kesehatan gigi dan mulut, Anda perlu mengunjungi dokter setidaknya 6 bulan sekali. Dengan begitu, Anda pun semakin terhindar dari risiko ekstrasi atau cabut gigi.