Quantum Sarana Medik issuu.com link
Quantum Sarana Medik Youtube Channel
Quantum Sarana Medik Instagram
Quantum Sarana Medik Twitter
Quantum Sarana Medik Facebook Page
Add Line Chat
Tahi Lalat Atau Gejala Kanker Kulit?
 25 November, 2015


Mungkin sebagian diantara kita menganggap lumrah perihal tahi lalat di tubuh, tapi tahu kah Anda bahwa mendeteksi perubahan tahi lalat sejak awal itu sangat penting?

Tahi lalat pada dasarnya tidak berbahaya, tetapi ada kemungkinan berubah menjadi melanoma, bentuk kanker kulit paling serius karena kemampuannya untuk menyebar. Itulah mengapa sangat penting untuk mendeteksi perubahan tahi lalat menjadi melanoma sejak awal.

Pada umumnya tahi lalat bersifat jinak namun tahi lalat juga dapat berubah sifat menjadi ganas dan menjadi kanker kulit, yang disebut dengan melanoma maligna. Tipe kulit dan paparan sinar ultra violet matahari menjadi faktor yang sangat berpengaruh terhadap angka kejadian melanoma maligna. Rata-rata orang memiliki 10-40 tahi lalat di tubuhnya. Kebanyakan tahi lalat adalah bawaan lahir, tetapi ada juga yang baru muncul setelah lahir. Sebagian besar tahi lalat muncul selama 20 tahun pertama kehidupan, meskipun ada juga yang terus berkembang hingga usia 40-an. Namun, biasanya sebagian tahi lalat menghilang seiring bertambahnya usia.

Istilah kedokteran tahi lalat disebut dengan nevus pigmentosus. Ciri khas tumor jinak ini adalah warnanya yang gelap, sebagian mempunyai ukuran yang menetap, namun sebagian lain terus membesar sehingga mengkhawatirkan si pemiliknya. Umumnya perkembangan ukuran ini dipicu oleh adanya kontak dengan sinar matahari. Tahi lalat timbul akibat terkena sinar matahari secara terbuka sehingga berdampak pada meningkatnya pigmen melanin menjadi berlebih. Orang kulit putih, lebih rentan terkena melanoma bila dibandingkan orang Asia atau Afrika. Demikian pula paparan ultra violet matahari yang bersifat kronik kumulatif akan meningkatkan risiko terjadinya masalah ini.

Tanda Awal Kanker Kulit
Tahi lalat secara umum tidak berbahaya, dan biasanya hanya menimbulkan keluhan kosmetis, meski dapat pula berubah menjadi kanker. Tahi lalat yang datar umumnya bersifat jinak, tapi bisa juga berubah menjadi ganas. Untuk tahi lalat yang berupa benjolan, atau tumor dalam bahasa kedokteran, bisa digolongkan menjadi 3 jenis, yaitu jinak, bakal kanker/pra kanker, dan ganas. Tahi lalat dapat berubah semakin besar, terasa gatal, dan akhirnya menjadi kanker kulit yang sangat ganas.

Tanda-tanda tahi lalat yang berubah menjadi ganas (melanoma maligna), yaitu bila muncul rasa gatal atau nyeri, perubahan warna menjadi lebih gelap, ukurannya membesar, melebar tidak teratur, permukaan menjadi tidak rata, sering diganggu (dikorek atau digaruk), gampang berdarah, menjadi luka dan koreng yang tidak sembuh-sembuh.

Tahi lalat yang masuk dalam kategori berbahaya yaitu jika ukurannya terus membesar hingga memiliki diameter lebih dari 6 milimeter. Masalah tahi lalat bukan hanya masalah di permukaan kulit, tapi masalah dalam lapisan bawah kulit, sehingga jarang sekali tahi lalat dapat ditangani dengan pengobatan tradisional. Tahi lalat yang berisiko kanker harus ditangani segera sebelum mengalami metastatis atau penyebaran ke bagian tubuh lainnya.

Itulah mengapa sangat penting untuk mendeteksi perubahan tahi lalat menjadi melanoma sejak awal, ketika angka kesembuhan dengan operasi hampir 100%. Melanoma dapat muncul di manapun pada tubuh, namun paling sering ditemukan di punggung, pantat, kaki, kulit kepala, leher, dan di belakang telinga.

Waspadai Melanoma
Melanoma adalah jenis kanker kulit yang paling serius, terjadi pada sel yang menghasilkan pigmen melanin yang memberikan warna pada kulit. Melanoma dapat juga terjadi di mata dan organ internal, seperti saluran pencernaan, meskipun jarang terjadi. Penyebab pasti melanoma tidak jelas, tetapi radiasi sinar ultraviolet (UV) dapat meningkatkan risiko terkena melanoma. Faktor lainnya adalah genetik yang mungkin juga memainkan peran.

Tahi lalat yang tidak wajar dapat mengindikasikan melanoma. Ciri-cirinya adalah bentuk yang tidak beraturan, batas yang tidak beraturan yang merupakan karakteristik dari melanoma, perubahan warna pada tahi lalat, dan diameter lebih besar dari 6 milimeter. Selain itu, pada tahi lalat melanoma dapat muncul tanda dan gejala baru, seperti rasa gatal atau pendarahan. Bila terjadi perubahan pada tahi lalat Anda seperti ciri-ciri yang disebutkan di atas, segera periksakan ke dokter.

Diagnosa dan Pencegahan
Segeralah mengunjungi dokter kulit jika Anda menemukan tahi lalat dengan ciri yang mengindikasikan melanoma. Dokter Anda mungkin akan meminta informasi tentang perkembangan tahi lalat Anda serta riwayat keluarga, untuk menilai risiko yang Anda miliki. Risiko melanoma meningkat bila Anda memiliki keluarga yang juga terkena penyakit tersebut.

Di samping itu juga perlu waspada apabila memiliki jumlah tahi lalat yang banyak. Satu hal yang perlu Anda perlu ketahui adalah bahwa tahi lalat berambut bukan tanda ke arah kanker. Umumnya bila terdapat kecurigaan, dokter akan melakukan biopsi dan bila positif, terapi terbaik adalah dengan pengangkatan tahi lalat (tindakan bedah).