Quantum Sarana Medik issuu.com link
Quantum Sarana Medik Youtube Channel
Quantum Sarana Medik Instagram
Quantum Sarana Medik Twitter
Quantum Sarana Medik Facebook Page
Add Line Chat
Zika Bisa Tertular Melalui Hubungan Seks
 10 Januari, 2016


Penyebaran virus Zika sudah terjadi melalui hubungan seks, seseorang di Texas telah terinfeksi virus Zika melalui hubungan seks. Kasus penularan pertama Virus Zika yang baru ditemukan.

Pejabat kesehatan Dallas County mengatakan pasien tak dikenal memiliki kontak seksual dengan orang yang terinfeksi dari

Venezuela dan jatuh sakit akibat Zika. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengeluarkan pernyataan yang mengatakan tes laboratorium dikonfirmasi pasien non-perjalanan itu terinfeksi virus Zika.

Zachary Thomson, direktur Department of Health and Human Services mengatakan kini Zika dapat ditularkan melalui hubungan seks, hal ini meningkatkan kampanye kesadaran dalam mendidik masyarakat tentang melindungi diri mereka sendiri dan orang lain, Ia melanjutkan Virus yang telah dikaitkan dengan kelahiran cacat di Amerika.

CDC mengatakan akan menerbitkan panduan dalam beberapa hari mendatang tentang pencegahan penularan virus Zika, fokus pada pasangan seksual laki-laki dari perempuan yang sedang atau mungkin hamil. CDC telah merekomendasikan wanita hamil menunda perjalanan beberapa negara dengan wabah Zika, kebanyakan di Amerika Latin dan Karibia, termasuk Venezuela.

Organisasi Kesehatan Dunia mengumumkan keadaan darurat global selama virus Zika menyebar dengan cepat, keadaan yang luar biasa ini menimbulkan ancaman bagi seluruh dunia. Deklarasi itu dilakukan setelah pertemuan darurat para ahli independen dalam menanggapi lonjakan kelahiran bayi dengan cacat otak dan kepala abnormal berukuran kecil (microcephaly) di Brazil, sejak virus itu pertama kali ditemukan disana tahun lalu.

Zika pertama kali diidentifikasi pada tahun 1947 di Uganda. Mulanya virus ini tidak diyakini menyebabkan efek yang serius sampai tahun lalu; sekitar 80 persen orang yang terinfeksi tidak pernah mengalami gejala. Gejala yang paling umum adalah demam, ruam, nyeri sendi dan mata merah. Penyakit ini biasanya ringan dengan gejala yang berlangsung beberapa hari sampai satu minggu. Gejala biasanya mulai dua hari sampai seminggu setelah digigit oleh nyamuk yang terinfeksi.


Warning: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, function 'crunchify_disable_comment_url' not found or invalid function name in /home/k7792441/public_html/wp-includes/class-wp-hook.php on line 286

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *