Quantum Sarana Medik issuu.com link
Quantum Sarana Medik Youtube Channel
Quantum Sarana Medik Instagram
Quantum Sarana Medik Twitter
Quantum Sarana Medik Facebook Page
Quantum Sarana Medik - Official Website
Quantum Sarana Medik - Official Website
kak-stat-pochetnym-donorom-v-rossii-po-novomu-zakonu-2015-goda
Donor Darah Penting, Ini Alasannya
 9 Mei, 2017
Satu alasan yang paling sederhana mengapa seseorang menjadi seorang pendonor darah adalah dapat meningkatkan kesehatan dan menjauhkan tubuh berbagai macam serangan penyakit berbahaya.

Untuk menjadi seorang pendonor darah Anda harus berada dalam kesehatan yang baik, memiliki beberapa organ tubuh yang sehat dan tentunya belum terkena beragam gejala penyakit seperti serangan jantung tekanan darah yang lebih stabil dan kadar kolesterol lebih rendah.

The American Journal of Epidemiology mencatat bahwa 88% pendonor darah memiliki peluang untuk terhindar dari serangan jantung dan 33% terhindar dari gangguan pembuluh darah. Teori di balik ini adalah bahwa tingginya kandungan zat besi dalam tubuh melebihi batas menyebabkan pembentukan radikal bebas yang dapat menganggu fungsi sel dalam tubuh. Hal ini memungkinkan terjadinya pengerasan arteri dimana sistem pembuluh darah yang mengalirkan darah ke jantung tidak bekerja dengan baik

Saat seseorang mendonorkan darahnya dapat menghilangkan 225-250 miligram zat besi dari sistem tubuh, sehingga bisa mencegah beragam penyakit berbahaya. Sebuah penelitian mengungkapkan ketika seorang Pria menyumbangkan darah secara teratur maka bisa terhindar dari resiko serangan jantung. Sementara itu Journal of American Medical Association mengatakan seseorang yang rajin mendonorkan darahnya satu kali dalam satu bulan akan merasakan manfaatnya saat berusia 43 hingga 61, yaitu terhindar gangguan jantung dan gejala stroke.

Manfaat lain dari donor darah adalah bahwa Anda akan menerima hasil tentang riwayat kesehatan seperti tes kolesterol, tekanan darah dan mampu mengidentifikasi beberapa penyakit tertentu seperti HIV 1 dan 2, Virus West Nile, sipilis, hepatitis B dan, T. cruzi atau Chagas serta Human T-lymphotropic Virus 1 dan 2.

Tidak perlu menunggu lagi, donor darah memberikan banyak manfaat penting bagi orang lain, bahkan termasuk Anda sendiri.
fullsize
Ajarkan Anak Menggambar, Ini Manfaatnya
 3 Mei, 2017
Menggambar merupakan suatu kegiatan yang menyenangkan bagi si kecil. Dengan menggambar anak dapat menghabiskan waktu luangnya dengan sesuatu yang positif dan menyenangkan. Ada banyak rahasia di balik kegiatan menggambar yang dilakukan anak. Selain menjadi sebuah hiburan, ternyata menggambar juga memiliki berbagai manfaat dan keuntungan.

Meningkatkan fokus Saat menggambar, anak terdorong untuk fokus dan berkonsentrasi menyelesaikan gambar yang hendak dibuat, ia akan terbiasa fokus saat sedang mengerjakan sesuatu. Hal tersebut tentu akan memudahkannya saat menerima instruksi atau perintah dari guru di sekolah maupun dari orangtuanya.

Cepat membaca Kemampuan menggambar bisa menjadi indikator terhadap berkembangnya kemampuan anak dalam membaca. Jadi bila anak diajarkan menggambar sejak dini, maka ia akan mudah untuk belajar membaca.

Melatih kreativitas anak Dengan menggambar, anak akan menggunakan daya imajinasinya untuk menciptakan suatu bentuk yang ia inginkan. Mereka akan terus berpikir kreatif menciptakan berbagai macam gambar sesuai imajinasinya. Jika ini dilakukan terus-menerus, kreativitas anak akan semakin terasah.

Sebagai media berekspresi

Gambar bisa menjadi sebuah media untuk anak mengekspresikan perasaannya. Melalui gambar yang dibuatnya dapat terlihat apa yang sedang dirasakannya, baik perasaan gembira maupun perasaan sedih. Hal ini akan sangat membantu terutama untuk si kecil yang karakternya tertutup. Sebagai orangtua pun Anda harus terus memelajari makna dari setiap gambar yang anak buat.



Latihan menggenggam Saat si kecil menggambar, maka saat itulah ia akan belajar menggenggam dan mengontrol pensil. Bila terus dibiasakan, hal tersebut akan memudahkannya saat kelak masuk sekolah. Meningkatkan kemampuan motorik anak Menggambar merupakan kegiatan yang dapat meningkatkan kinerja otot tangan sekaligus mengembangkan kemampuan motorik anak. Kemampuan tersebut sangat penting dalam perkembangan aktivitasnya kelak, seperti menulis, mengangkat benda, dan kegiatan lain yang membutuhkan kinerja otot lengan dan tangan dalam prosesnya.
verybig
Kenali Tanda Awal Serangan Stroke
 3 Mei, 2017
Penanganan awal saat terjadi serangan stroke sangat menentukan kualiltas hidup penderita tersebut selanjutnya. “Bila terlambat ditangani, kerusakan yang terjadi di otak bisa semakin parah. Tidak hanya menimbulkan kecatatan, tapi juga mengakibatkan kematian.  Penanganan stroke ibarat berpacu dengan waktu. Namun selama ini, penderita sering terlambat mendapatkan pertolongan akibat ketidaktahuan orang-orang terdekatnya saat itu. Lantaran stroke tidak menimbulkan nyeri dan tidak disadari, penderita juga sering tidak mampu berkomunikasi.

Namun, sebetulnya tanda-tanda awal stroke bisa dikenali dengan cara FAST atau face droppingarm weaknessspeech difficulty, dan time. “Tanda awal stroke bisa dikenali dari wajah. Seperti wajah mencong ke satu sisi, ngiler tiba-tiba, atau mati rasa. Minta saja dia tersenyum untuk melihat tanda-tanda tersebut.

Tanda kedua bisa dilihat dari tangannya, seperti kesulitan memegang benda atau berpakaian, mati rasa, atau salah satu lengan lumpuh dan tidak dapat diangkat. Lalu pada gaya bicaranya seperti pelo, lupa cara menulis dan membaca, atau tidak bisa memahami pembicaraan orang lain. Bila mengalami tanda-tanda ini, segera hubungi rumah sakit. Karena kehilangan waktu sama saja dengan kehilangan otak penderita.

Apabila stroke disertai pendarahan atau stroke hemogarik, biasanya akan dilakukan pembedahan. Penilaian secara akurat tentang penyebab stroke ini dilanjutkan dengan pengobatan yang tepat, ini akan sangat menentukan keberhasilan terapi dan meningkatkan kualitas hidup pasien dalam kehidupan setelahnya.
1469109430_2
Mau Ginjal Sehat, Konsumsi Minuman Ini
 3 Mei, 2017
Anda pasti sering mendengar pernyataan, banyak minum akan menyehatkan ginjal. Benarkah demikian? Secara umum pernyataan itu memang benar, tapi tentu tidak semua minuman bisa membuat ginjal sehat.Berikut adalah minuman yang direkomendasikan para pakar kesehatan untuk kesehatan ginjal Anda:  

Jus lemon

Jus jeruk alami kaya akan sitrat. Lemon dan jeruk nipis terbukti menawarkan manfaat untuk pencegahan batu ginjal. Untuk mendapat hasil maksimal, sebaiknya hindari tambahan gula dalam jus Anda, cukup lemon atau jeruk nipis dengan air. Sitrat yang ada di dalam buah dapat mencegah proses kalsium mengikat mineral lain di dalam tubuh. Jika terjadi proses pengikatan ini, maka akan terjadi proses pengkristalan batu ginjal.

Di AS, lebih dari setengah juta orang pergi ke ruang gawat darurat untuk masalah batu ginjal. Dan satu dari 10 orang menderita batu ginjal yang kronis. Untuk mencegah gangguan batu ginjal, mulailah rutin minum perasan lemon atau jeruk nipis dalam menu keseharian Anda.  

Jus cranberry

Cranberry mengandung senyawa yang dapat menghentikan e coli, bakteri yang menyebabkan infeksi saluran kemih. Kesimpulan sebuah studi menyatakan bahwa minum segelas jus cranberry setiap hari dapat membantu mengurangi infeksi saluran kemih. Infeksi saluran kemih terjadi ketika bakteri masuk ke dalam saluran kemih (termasuk kandung kemih) dan berkembang biak, sehingga mengakibatkan kemerahan, pembengkakan dan nyeri di saluran kemih. Jika tidak ditangani dengan cepat, bakteri dapat menuju ke ureter dan ginjal, yang mampu menyebabkan infeksi ginjal lebih serius dan menyakitkan, yang disebut pielonefritis.  

Air

Minum banyak air membantu ginjal menyaring limbah dan racun dari darah, dan mengeluarkannya dalam bentuk urin. Untuk mendapat fungsi kerja ginjal yang baik, sebaiknya minum air sesuai dengan jumlah yang dianjurkan, yaitu 8 gelas per hari. Semakin sedikit air yang dikonsumsi, semakin sedikit urin yang diproduksi, dan semakin besar kesempatan produksi batu ginjal.
100140149888587742
Hindari Diabetes Untuk Senyum Sempurna
 28 April, 2017
Senyum adalah salah satu aset terbaik. Berbagai kesempatan bisa saja datang dari senyum yang Anda tunjukkan. Untuk itu sangat penting menjaga senyum agar tetap sehat dan menawan. Ada banyak hal yang tanpa Anda sadari dapat merusak kesehatan gigi dan gusi, dan akan berimbas pada senyum manis Anda.

Diabetes juga bisa menjadi salah satu hal yang dapat merusak senyum Anda, karena diabetes mengurangi daya tahan tubuh terhadap infeksi, sehingga membuat Anda rentan terkena risiko penyakit gusi.
стоматология-для-женщин-2
Ini Alasan Mengapa Anda Harus Periksa Gigi Secara Rutin
 27 Maret, 2017
Melakukan perawatan gigi sebaiknya dilakukan sedini mungkin dan jangan menunggu sampai gigi bermasalah baru menghubungi dokter. Gigi yang dirawat sejak dini akan lebih sehat dan bebas dari masalah dan gangguan kesehatan gigi. Kunjungi dokter gigi Anda secara rutin, sebab dengan melakukan perawatan dokter secara rutin Anda bisa mendapat beberapa manfaat berikut.

Deteksi Lebih Awal

Bila anda rutin memeriksakan gigi ke dokter maka dokter gigi bisa mendeteksi lebih awal beragam baakal masalah pada gigi anda. Sehingga anda tidak perlu lagi sibuk mengobati gigi anda saat anda terkena masalah gigi yang parah. Deteksi awal akan sangat baik mencegah penyakit gigi dan menajaga gigi tetap sehat.

Menjaga Kesehatan Fisik

Ketahuilah bahwa kesehatan fisik anda sangat bergantung pada kesehatan gigi dan mulut. Sebuah studi terbaru membuktikan banyaknya penyakit jantung serta stroke yang dipengaruhi oleh kesehatan gigi dan mulut. Sebab jika anda mengalami masalah gusi yang bahkan bertambah buruk maka akan memicu anda juga bisa terserang jantung dan stroke.

Cegah Penyakit Gusi

Penyakit gusi terjadi karena infeksi pada jaringan gusi dan tulang yaitu tempat tumbuhnya gigi. Anda harus mendeteksi lebih awal tahap gingivitis agar penyakit gusi anda bisa diatasi dan diobati lebih awal kebiasaan melakukan kunjungan rutin ke dokter gigi bisa cegah penyakit gusi.

Cegah Kanker Mulut

Tahukah anda dalam satu jam ada satu orang yang terkena kanker mulut. Saat anda rutin mengunjungi dan memeriksakan diri anda maka kanker mulut bisa anda hindari. Jangan remehkan kanker mulut.

Usir Nafas Tak Sedap

Banyak orang melakukan banyak cara demi mengusir nafas tak sedap seperti menggunakan beragam produk penyegar mulut. Padahal jika anda rutin mengunjungi dokter maka nafas tak sedap anda bisa hilang karena seluruh penyebab nafas tak sedap bisa diatasi saat anda menjalankan treatment.
kogda-nuzhno-nachinat-lechenie-antibiotikami
Antibiotik, Apakah Selalu Dibutuhkan (4)
 26 Maret, 2017
Agar Antibitoik Efektif Minumlah antibiotika sesuai petunjuk dokter atau apoteker antara lain:

1. Untuk antibiotika per oral yang berupa sirup kering, konfirmasi apakah sediaan yang ada sudah siap digunakan ataukah memerlukan pengenceran? Jika sediaan masih berupa sirup kering maka perhatikan cara menyiapkan sediaan pada kemasan. Perhatikan volume air minum yang ditambahkan agar dosisnya sesuai.

2. Jika sediaan berupa puyer atau serbuk per oral, dapat ditambahkan 2-5 ml air untuk memudahkan minum obat

3. Jika pada label dicantumkan penggunaan 1 kali sehari, 2 kali sehari atau 3 kali sehari, maka penggunaan yang tepat adalah setiap 24 jam, 12 jam atau setiap 8 jam.

4. Konfirmasi cara penggunaannya yang tepat sebelum, bersamaan, atau sesudah makan. Demikian juga kombinasinya dengan makanan atau minuman agar penyerapan obat dapat berlangsung optimal. Sampaikan ke apoteker jika anda ada mengkonsumsi obat lain di rumah sehingga jika kebetulan ada interaksi obat yang merugikan dengan antibiotik dapat dicegah lebih dini.

5. Biasakan menggunakan takaran yang sesuai atau yang disediakan dalam kemasan. Jika ada keraguan dalam pengukuran volume konsultasikan dengan apoteker yang melayani obat.

6. Hubungi dokter atau apoteker jika terjadi reaksi obat yang berlebih atau tidak lazim untuk menghindari reaksi obat yang berbahaya.

7. Simpan sediaan antibiotika dalam kemasan dalam keadaan tertutup rapat, pada kondisi suhu dan kelembaban sesuai petunjuk pada label atau saran apoteker agar stabilitas dan efektifitas obat optimal sepanjang batas penggunaannya.

8. Tuntaskan penggunaan antibiotika sesuai dengan jumlah atau volume obat yang diperoleh. Jangan menghentikan antibiotika meskipun keluhan penyakit sudah mereda.

9. Buanglah sisa sediaan antibiotika yang tidak digunakan, dalam kemasan utuh, tutup rapat dengan kantong terpisah agar mudah dipisahkan dan tidak mencemari lingkungan.

10. Jangan menggunakan antibiotika yang pernah digunakan sebelumnya untuk menangani keluhan yang sama berikutnya. Apalagi merekomendasikan kepada orang lain dengan keluhan yang sama. Perlu diketahui bahwa obat bersifat spesifik terhadap setiap individu dan ingat bahwa penyebab timbulnya penyakit dapat berbeda-beda, walaupun terkadang keluhan atau gejala yang ditimbulkan sama. Contoh: Demam merupakan gejala penyakit yang tidak hanya disebabkan bakteri, infeksi akibat virus juga menimbukan gejala demam sehingga penggunaan antibiotika sangat tidak tepat.

Penulis:

Dra. I A A Widhiartini, Apt., MSi

Penanggung Jawab Apotek Quantum
razreshennye-antibiotiki
Antibiotik, Apakah Selalu Dibutuhkan (3)
 26 Maret, 2017
Sebagai satu obat, antibiotika tentu saja memiliki efek samping selain efek utamanya sebagai antibakteri. Efek samping yang sering dijumpai setelah penggunaan antibiotika antara lain, gangguan saluran pencernaan yang diwujudkan sebagai mual, muntah, kembung, dan diare. Gangguan seperti alergi pada kulit dapat berupa efek samping yang ringan berupa kemerahan, gatal-gatal, sampai pada gangguan berat berupa pembengkakan pada mata, lidah, atau wajah yang tentunya memerlukan penanganan lebih lanjut secara cepat. Beberapa efek samping lain, yang dapat muncul pada penggunaan jangka lama adalah infeksi jamur pada mulut dan saluran cerna, sebagai akibat dari gangguan kehidupan bakteri/flora normal oleh antibiotika. Efek lain yang paling berat dapat berkembang sampai terjadinya kesulitan pernafasan dikenal sebagai syok anafilaktik yang berakhir pada kematian jika terlambat penanganannya.

Pengaruh antibiotika terhadap organ tubuh Antibiotika, terutama yang diminum memengaruhi organ tubuh, baik langsung ataupun tidak langsung. Disamping pengaruh positif dalam penanganan penyakit infeksi/menular sebagai manfaat utamanya, antibiotika juga memilii pengaruh negatif terhadap sistem tubuh. Tetrasiklin misalnya, dapat mengakibatkan kerusakan gigi atau tulang jika penggunaannya tidak selektif, sehingga penggunaannya dihindari pada anak usia pertumbuhan.

Antibiotika kloramfenikol dapat menekan sum-sum tulang sehingga mengganggu pembentukan sel darah merah dan antibiotika golongan tertentu dapat mengakibatkan gejala hepatitis. Antibiotika golongan sulfa dapat memicu pembentukan batu oksalat di ginjal jika dikonsumsi bersamaan dengan makanan/minuman asam.

Antibiotika kelompok aminoglikosida selain beresiko vertigo, kerusakan ginjal, dapat juga mengakibatkan ketulian. Beberapa pasien yang mengalami kelainan hati atau ginjal, perlu membatasi penggunaan dan memerlukan pemantauan lebih jauh. Sedangkan pada kehamilan dan menyusui pembatasan antibiotika sangat diperlukan karena dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang dikandungnya.

Beberapa antibiotika ada yang direkomendasikan untuk penggunaan jangka panjang, seperti anti tuberkulosis. Penggunaan jangka panjang dengan pilihan obat, dosis, cara penggunan, dan jangka waktu penggunaan yang tepat tentunya telah mempertimbangkan besarnya manfaat yang didapatkan bagi pasien dibandingkan dengan resiko penggunaannya. Sebaliknya, konsumsi antibiotika secara tidak tepat dan tanpa pemantauan klinik dalam jangka panjang dapat berakibat buruk terhadap tubuh, terutama bagi anak-anak karena menekan kekebalan tubuh secara alami. Anak-anak menjadi lebih sensitif terhadap infeksi dan menjadi lebih mudah sakit, bahkan ada yang mengkaitkan dengan munculnya alergi di kemudian hari.

Secara nyata akibat lainnya adalah penundaan penanganan penyakit, sakit berkepanjangan, perawatan yang lebih lama, resiko penggunaan obat yang lebih banyak akibat perkembangan penyakit yang lebih kompleks dan akhirnya meningkatkan beban pembiayaan kesehatan.

Sampai saat ini belum ada tanaman obat yang dapat menggantikan antibiotika yang ada saat ini. Beberapa tanaman obat seperti kunyit, sirih, piduh memang memiliki efek antibiotika untuk beberapa mikroba penyebab penyakit secara laboratorium, namun memerlukan kajian lebih lanjut dan masih belum mampu menggantikan antibiotika yang sudah ada. Hal ini terutama dikaitkan dengan efektifitasnya sebagai antibakteri pada pasien belum dibuktikan. Mengingat sulitnya pengembangan antibiotika baru, perlu disadari bersama antara tenaga medis segera berhemat dalam penggunaan antibiotika dan juga kepada masyarakat untuk mengubah kebiasaannya menggunakan antibiotika tanpa resep terutama untuk penanganan batuk, pilek, diare yang belum tentu memerlukan antibiotika. Pengembangan antibiotika tersebut berpacu dengan kejadian resistensinya.